welcome :)

welcome to my blog guys!!! Really happy that you want to look around my blog. it's just a simple blog, but i hope that you will enjoy and interested with my blog. and also, my blog is usefull for everyone :)
for more info, please add my account facebook dewimega21 and follow my twitter @dewimega21
thank you guys :D

Selasa, 12 Juni 2012

afraid?


Kenapa aku sangat takut memikirkan masa depan?
Aku takut masa depan apa aku takut memikirkan bagaimana hidupku nanti? Apakah mungkin kau akan terus bersamaku?
Sulit sekali membayangkan bagaimana hidupku nanti. Namun aku tidak akan banyak berharap.
Masihkah kau menyayangiku seperti saat ini? Masihkah kau butuh perhatian dariku? Atau masihkah kita bersama dengan perasaan yg sama?
Saat ini saja.
Mungkin diantara kita masih ada perasaan yang sama satu sama lain. Perasaan saling menyayangi dan mengasihi. Perasaan yang hampir setengah tahun lebih ini. Perasaan yang tak hilang walau status hubungan ini telah berakhir.
Tetapi bagaimana nanti?
Kau mungkin berkata bahwa perasaanmu tidak berubah bahkan setelah kau tahu tentang masa lalu ku. Kau berkata bahwa kau masih membutuhkan  perhatian lebih dariku dan tidak bisa jauh dari perhatianku. Tetapi aku tidak yakin kau akan tetap merasa seperti itu setelah mendapatkan waktu yang cukup untuk benar-benar memikirkan semuanya. Aku ingin memberikan kesempatan kepadamu untuk menarik diri dariku jika kau ingin.
Sungguh, mudah untuk mengatakan hal ini, tapi rasanya sangat sulit untuk dilakukan. Aku pun masih belum sanggup apabila harus merelakanmu pergi. Tapi kenyataan tetaplah kenyataan.
Aku, aku bingung. Bisakah aku bertahan menunggu kau kembali selama minimal 3 tahun?
Itu waktu yang tidak sebentar. Bagaimana jika seiring berjalannya waktu penantian tersebut, diantara kita kehilangan rasa yang kita rasakan sekarang? Menemukan hal lain yang kita idak tahu apa itu.
Aku bahkan tidak sanggup membayangkannya L

Sabtu, 05 Mei 2012

keraguan


Ada yang begitu ragu dengan perasaannya
Ada yang baru sadar setelah meninggalkan
Dan ada yang baru sadar setelah ditinggalkan

Ia sadar bahwa ia menyayangi perempuan itu.
Perasaan perempuan itupun sama.
Hanya saja, ia memilih meninggalkan perempuan itu ketika mereka berdua memiliki masalah.

Menurutnya, keputusannya berat dan sudah benar.
Tapi, siapapun yang melihat keduanya, pasti akan berkomentar keputusan itu salah.

Perempuan itu bilang, “tolong jangan lari dari kenyataan.”
Sang laki-laki berkata, “aku tidak lari, tapi aku menghadapi kenyataan bahwa hubungan kita telah berakhir.”
Tapi, maksud perempuan itu mengatakan hal itu bukanlah yang seperti dipikirkan sang laki-laki.

Jangan lari dari kenyataan.
Kenyataan bahwa ada seseorang yang benar-benar menyayangi dan mencintainya dengan tulus. Siap berbagi disaat suka dan duka, menemani, dan menerima dia apa adanya. Bukan kenyataan bahwa hubungan mereka telah berakhir.

Pernahkah ia berpikir, mungkin Tuhan memperkenalkan dia dengan perempuan itu karena mungkin ia bisa membantu perempuan itu untuk meninggalkan kesalahannya yang sama. Bisa membawa perempuan itu ke jalan yang lebih baik. Mungkin Tuhan ingin ia menjadi sosok imam dan penjaga bagi perempuan itu.

Pernahkah ia berpikir bahwa betapa setiap detik Tuhan melimpahkan cintaNya buat dia? Tolong jangan berpikir karena kesalahan satu itu membuatnya melupakan sejuta kebenaran yang ada. Kalau memang ia mencintai perempuan itu dengan tulus, ia sudah pasti bisa membantu perempuan itu ke jalan yang lebih baik. Bukan malah meninggalkan perempuan itu disaat perempuan itu membutuhkannya.

Lakukan apa yang membuatnya bahagia. Semestinya, laki-laki itu bahagia, karena ia sudah menemukan perempuan yang ia cintai. Dan perempuan itu, perempuan itu memilih ia dengan segenap ketulusan hatinya.

Cinta memang tidak harus diungkapkan dengan peluk dan cium. Cinta itu kebersamaan, saling berbagi, saling mendukung, dan saling mengisi. Cinta itu senang, melihat orang yang dicintainya bahagia.
Tapi cinta itu harus diungkapin. Kita harus bilang sama orang yang kita cintai kalau kita mencintainya. Perempuan itu perlu kepastian.

Sabtu, 28 April 2012

maafku


Seandainya manusia punya sedikit sifat Tuhan yaitu memaafkan.
Mungkin aku tidak akan merasa terus bersalah seperti ini.
Seandainya bisa, aku ingin mengutar waktu.
Kembali ke waktu itu, dan mengubah apa yg mau aku ubah.
Sesungguhnya, aku tidak sanggup dengan kenyataan ini.
Tapi nyatanya tak bisa, aku harus menghadapi kenyataan.
Itu semua salahku.
Kesalahan yang tidak diberi kesempatan untuk diperbaiki.

Tuhan, aku teringat janjiku pada-Mu.
Hari itu, hari ketika aku bertemu dengannya untuk pertama kali.
Masih ingatkah aku mengatakan apa?
“Ya Tuhan, jangan biarkan aku menyakiti orang ini”
Tapi apa yg terjadi?
Aku menyakitinya.
Hukum aku, Tuhan.
Aku sudah melanggar janjiku yang kubuat sendiri.

Tapi, apa harus hukuman ini yang kudapat?
Kenapa Kau tidak membiarkanku untuk memperbaikinya? Memulai dari awal?
Apa karena kau takut aku akan membawanya ke hal yang tidak baik?
Tuhan, aku menyayanginya. Aku mencintainya.
Mungkin saat ini  -dan seterusnya, aku membutuhkannya.
Sebagai pendamping hidup dan penjagaku layaknya seorang ayah.
Siapa lagi yang bisa menjagaku saat ini?
Ayah telah tiada, keluarga jauh disana.
Siapa lagi yang bisa memberikan kasih sayang yg tulus seperti keluargaku disini?

Tapi kalau memang ini caraMu, aku terima.
Aku tahu ini keputusan yang terbaik.
Tapi, mengapa sampai saat ini aku masih bersedih?
Yang perlu ia tahu (seharusnya),
Aku tidak akan menyakitinya –bahkan membawanya seperti diriku
Karena aku mencintainya tulus karena-Mu.
Aku melihat seorang imam, pemimpin, ayah didalam dirinya.
Apa mungkin aku akan melukai orang seperti itu?
Sepertinya tidak.
Pada akhirnya, aku sadar, tidak ada manusia yang sempurna.

Tuhan, maafkan aku.
dan maafkan aku juga ***.
Aku mencintaimu.

Selasa, 10 April 2012

Problematika Kebudayaan - ISBD


Problematika Kebudayaan
Beberapa problematika kebudayaan, antara lain:
1.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan.
Keterkaitan orang jawa terhadap tanah yang mereka temapti secara  turun temurun diyakini sebagai pemberi berkah kehidupan. Mereka enggan meninggalkan kampung halamanya atau beralih ola hidup sebagai petani. Padahal hidup ereka umumnya miskin.
2.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan budaya yang berkaitan dengan persepsi atau sudut pandang ini daat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan. Contohnya, program Keluarga Berencana atau KB semula ditolak masyarakat, mereka beranggapan bahwa anak anak banyak rezeki.
3.      Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
Upaya untuk mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana alam banyak mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran penduduk bahwa di tempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara dibandingkan dengan hidup mereka di tempat yang lama.
4.      Masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar.
Masyarakat daerah-daerah terpencil yang kurang komunikasi dengan masyarakat luar, karena pengetahuannya serba terbatas, seolah-olah tertutp untuk menerima program-program pembangunan.
5.      Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru.
Sikap ini sangat menagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa, yang menganggap hal-hal baru itu akan merusak tatanan hidup mereka yang sudah mereka miliki secara turun-temurun.
6.      Sikap etnosentrisme.
Sikap etnosentrisme adalah sikap mengagungkan budaya suku bangsanya sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain. Sikap semacam ini akan mudah memicu timbulnya kasus-kasus sara, yakni pertentangan suku, agama, ras, dan antar golongan. Sikap ini dapat menimbulkan kecenderungan perpecahan dengan sikapa kelakuan yang lebih tinggi terhadap budaya lain.
7.      Perkembangan IPTEK sebgai hasil dari kebudayaan, sering kali disalhagunakan oleh manusia, sebagai contoh nuklir dan bom dibuat justru untuk menghancurkan manusia bukan untuk melestarikan suatu generasi, obat-obatan diciptakan untuk kesehatan tetapi pengunaannya banyak disalhgunkan yang justru mengganggu kesehatan manusia.

Senin, 05 Maret 2012

Air Supply - Goodbye Lyrics

I can see the pain living in your eyes
And I know how hard you try
You deserve to have so much more
I can feel your heart and I sympathize
And I'll never criticize all you've ever meant to my life

[Chorus]
I don't want to let you down
I don't want to lead you on
I don't want to hold you back
From where you might belong
You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to say but good-bye
You deserve the chance at the kind of love
I'm not sure I'm worthy of
Losing you is painful to me


(Chorus) You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to try
Though it's gonna hurt us both
There's no other way than to say good-bye

Minggu, 04 Maret 2012

Kesalahanku--

Manusia pernah melakukan kesalahan. Itu pasti. Jadi sewajarnya mereka dimaafkan. Tapi bagaimana jika manusia tersebut melakukan kesalahan yg terus berulang? Masihkah mereka diberi kesempatan untuk dimaafkan?

Manusia mengenal jera, dan dia akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dgn yg lalu. Tapi, jika ketika ia jera dan akan memulai hidupnya yang ‘baru’, apakah oranglain akan mengakui bahwa dia telah berubah? Apakah oranglain akan menganggap bahwa dia telah berubah menjadi manusia yg baik? Tidak  melakukan keburukan lagi? In fact, kebanyakan orang lain akan menilai bahwa orang itu sama saja seperti masa lalunya. Tetap dianggap sebagai orang yang salah.

Ini terjadi padaku. Saat ini. Aku akui, aku pernah berbuat hal yang seharusnya tidak aku lakukan dimasa lalu. Selama hampir setahun, aku berbuat hal itu. Saat melakukan hal itu aku ga bisa berpikir why i did it. Atau mungkin why i wanted do it.  Setelah dipikir-pikir, itu adalah tindakan bodoh aku. Penghancur masa depan. Dan selama hampir setahun juga aku berjuang untuk tidak melakukan hal itu lagi.

Seperti kecanduan zat psikotrapika, untuk tidak melakukan atau bahkan menjauh dari kesempatan melakukan hal itu sangatlah susah. Aku berusaha melawan diriku sendiri. Sungguh sulit. But, thx God for helping me. Ada campur tangan Tuhan yg bekerja. Saat aku sadar kalau aku telah melangkah jauh, Tuhan memberi ujian pada hidupku. Awalnya aku ga tau kalau ada maksud dari ujian itu. Tapi setelah berbulan-bulan lamanya aku tersadar (disadarkan oleh orang kepercayaanku), bahwa Tuhan merencanakan sesuatu. Tuhan sepertinya cemburu. Kecintaanku padaNya yang telah lama hilang karena aku terlalu sibuk dengan ‘kecanduanku’ itu penyebabnya. Berkat pikiran ‘aneh’ itu, aku berani mengambil keputusan, aku harus pergi jauh –tidak hanya dari ‘kecanduan’ itu, melainkan dari kehidupanku saat itu.

Sulit. Ketika seseorang telah jatuh ke jurang yang sangat dalam dan dia berusaha untuk keluar. Itu yang aku rasakan. Aku mencoba dengan sekuat tenaga keluar dari kehidupanku yang kelam, berusaha mencari kehidupan dan linkungan hidup yang bisa menerimaku. Dan ternyata lagi-lagi ada rencana dibalik rencana. Beberapa bulan sebelumnya, aku telah diterima di suatu perguruan tinggi di tengah pulau jawa. Awalnya, agak takut karena aku tidak mengenal kota itu. Tapi, setelah aku berpikir untuk mencari kehidupan baru, aku sadar, thanks God, rencanaMu (benar-benar) begitu indah.


Aku memulai hidupku yang baru, ditempat yang baru, bersama orang-orang yang baru kukenal. Aku menemukan jalan hidupku yang baru –dan lebih baik tentunya di tempat ini. Besikap berbeda dengan cara hidup yang berbeda. Aku merasa sangat  aman dan nyaman di tempat ini. Terimakasih Tuhan.

Setelah beberapa bulan ditempatku yang baru ini, aku menemukan keajaiban Tuhan lagi. Dia mempertemukanku dengan seseorang yang entah mengapa membuatku berpikir –i never let him go, alone, and sad. Sepertinya Tuhan sedang mencoba menghiburku dengan caraNya sendiri. Dia ingin aku merasakan kebahagiaan yang sudah lama tidak aku rasakan. Dengan kuasaNya, semua berjalan lancar. Akhirnya kami dipersatukan dengan ijinNya dan ijin kedua orangtua kami. Aku menikmati kebahagian itu. Sampai masa lalu kembali berusaha hadir disaat aku merasa hidupku lengkap.

Seseorang dimasa lalu –yang telah membuatku ‘kecanduan’ dan yang telah menjerumuskanku ke jurang yang dalam hadir ketika aku merasa hidupku benar-benar bahagia. Disaat-saat seperti ini, aku bahkan tidak pernah memikirkannya. Tapi mengapa ia hadir? Ia hadir dengan membawa gumpalan-gumpalan awan hitam yang menyakitkan. Ia memintaku kembali kepadanya. Dia berusaha meyakinkanku bahwa dia telah berubah menjadi lebih baik, dia sadar bahwa aku yang dia inginkan. Dia bilang dia akan berusaha menjadi  apa yang aku inginkan. Tapi aku tetap ga bisa dan aku ga mau.

Keluargaku terutama papaku yang telah tiada menolaknya. Aku juga tidak ingin melepas keajaiban Tuhan yang telah aku miliki saat ini. Aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi saat ini. Aku sudah mengatakan aku tidak bisa kepada orang di masa laluku itu. Tetapi,  ia tetap memaksa. Dan dia menggunakan cara kasar –sangat licik. Dia mengancam akan menghancurkan aku dan orang yang ku sayang dengan caranya. Dia bilang, dia akan mengunggah dokumentasi ‘kecanduan’ ku di masa lalu.

Aku sadar, ini yang aku takutkan. Ketika aku berusaha menjalani kehidupanku yang baru, aku takut masa lalu muncul tanpa aku sadari. Apa  yang akan dikatakan orang-orang dimasa sekarang terhadap apa yang telah kulakukan di masa lalu? Apa mereka bisa menerimanya dengan ‘baik’?
Apakah mereka mau memaafkanku atas apa yang telah terjadi di masa lalu? Bagaimana jika aku tidak diterima mereka? Bagaimana jika mereka memandang buruk aku padahal aku sudah sekian lamanya berusaha berubah menjadi manusia yang lain –yang lebih baik tentunya?

Aku lebih mengkhawatirkan orang yang aku sayangi saat ini. Setelah berbulan-bulan lamanya aku menyukai, menyayangi –bahkan aku sadar kalau aku telah jatuh cinta padanya,  apa atau bagaimana reaksinya jika mengetahui kesalahan ku di masa lalu? Bagaimana sikapnya setelah tahu dosa-dosaku yang telah kuperbuat dimasa lalu? Akankah dia mau menerimanya? Jika ia menerimanya, akankah dia menerimanya dengan baik? Bagaimana sikapnya terhadapku setelah mengetahui hal ini? Masihkah ia menyayangiku seperti saat-saat pertama kali kita bertemu? Masihkah ia menginginkan senyumanku yang tulus padanya? Masihkah ia mau mendengar suara-suaraku dan celotehan ku? Masihkah ia mau menerima kejutan-kejutan dariku seperti aku tiba-tiba ke rumahnya? Masihkah ia menyayangiku? Bagaimana dengan keluarganya? Maukah mereka menerimaku?

Aku sadar mungkin aku sudah mengecewakannya karena terlalu lama menyimpan hal ini. Tapi aku berharap kepada orang-orang yang baru mengenalku baru-baru ini atau yang sudah lama mengenalku –terutama kepada orang yang aku sayangi, aku berharap sedikit dari mereka. Mohon lihat aku sebagaimana aku saat ini, jangan lihat masa laluku. Jika ada yang sakit hati, maaf atas kesalahanku di masa lampau. Aku berharap kalian bisa menerimaku apa adanya dan melihat aku yang sekarang.  

Untuk orang yang aku sayangi, maafin aku. Aku ga mau menutupi hal ini lebih lama lagi. Cintailah aku atas dasar siapa aku sekarang, dan bukan atas dasar siapa aku sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi. Sekiranya kamu benar-benar mencintaiku dengan setulus hatimu.
Aku hadir untuk menyentuh hidupmu, bukan untuk menyakitimu atau bahkan menghancurkan hatimu karena masa lalu. Aku hadir karena aku menyayangimu seperti apa adanya dan karena Tuhan telah membawaku kepadamu.